Tuesday, 25 November 2014

how deep is your love

I know your eyes in the morning sun
I feel you touch me in the pouring rain
And the moment that you wander far from me
I want to feel you in my arms again
And you come to me on a summer breeze
Keep me warm in your love, then you softly leave
And it's me you need to show

How deep is your love, how deep is your love
How deep is your love?
I really mean to learn
'Cause we're living in a world of fools
Breaking us down when they all should let us be
We belong to you and me

I believe in you
You know the door to my very soul
You're the light in my deepest, darkest hour
You're my savior when I fall
And you may not think I care for you
When you know down inside that I really do
And it's me you need to show

How deep is your love, how deep is your love
How deep is your love?
I really mean to learn
'Cause we're living in a world of fools
Breaking us down when they all should let us be
We belong to you and me

Wednesday, 12 November 2014

bimbang terluka lagi

Ku usapi rambutmu terurai
Ku terpandang mimpi yang berkecai

Ku renungi mata yang bercahaya
Ku terkenang peristiwa duka

Kita saling perlu amat memerlukan
Terutama dalam kesepian
Pengalaman lama datang menghantui
Hati bimbang kan terluka lagi

Kalau dapat ditarik semula
Detik waktu yang kini sejarah
Pasti engkau menjadi pilihan
Penuh rela tanpa keraguan

Monday, 10 November 2014

Dikala hujan bermain biola

Oh bidadari
Berulas kan syair oleh awan
Sang rembulan tidak putus menyeret dawai biola
Memujuk bidadari agar tidak membilang lawan
Agar tidak menghentikan getar2
yg berkelana diratusan jiwa
Memujuk bidadari agar tidak membilang lawan
Agar tidak menghentikan getar2
yg berkelana diratusan jiwa

Si bidadari dan sang rembulan
Memujuk bidadari agar tidak membilang lawan

Tidurlan bidadari agar kamu mimpi si pujangga
Sehingga dipagi hari
Jangan lupakan kami yang bisa menemani
hadirlah sebelum tika kala
Bawalah si pujangga bawalah dia bersama

Tidurlan bidadari agar kamu mimpi si pujangga
Sehingga dipagi hari
Jangan lupakan kami yang bisa menemani
hadirlah sebelum tika kala
Bawalah si pujangga bawalah dia bersama

Monday, 29 September 2014

kebahagiaan

Bismillahirrahmanirrahim,

Bahagia bukanlah suatu tujuan, kerana kita tidak akan merasa bahagia sepanjang perjalanan kita. Bahagia bukanlah suatu kehidupan, kerana ia akan mati bila kita tiada.

Maka, bahagia itu hadir, apabila kita hidup dalam keberkahan. Dan keberkahan itu perlu diusahakan.

Hidup saya dipenuhi dengan melakukan kesilapan. Adakala kesilapan kecil dan adakala ia besar. Namun, tidak kira kecil ataupun besar, yang merisaukan saya adalah, saya telah melukakan hati orang lain. Lebih tragis, pada sahabat yang rapat.

Sungguh, setiap kali saya melakukan kesalahan, saya belajar, untuk tidak mengulanginya. Saya merasakan tidak cukup jika sekadar meminta maaf. Maka saya berusaha untuk berubah.

Saya jelas akhirnya, kebahagiaan itu dapat dicapai jika kita memiliki keberkahan. Maka sekiranya apa yang dibuat itu tidak membahagiakan, maka, kesilapan berlaku.

Maka, saya ingin meminta maaf kepada semua, terutamanya dia, kerana saya telah melakukan kesalahan yang berulang kali. Saya sedar perkara itu salah dan akhirnya berkah itu tidak hadir. Bahagia itu tidak datang.

Seandainya, saya mengulanginya, maka tegurlah. Saya bersedia. Kerana, saya mahu lakukan yang terbaik.

Sunday, 14 September 2014

Yang Istimewa

Bismillahirrahmanirrahim,

Tiada puisi atau lagu 
Tiada potret tiada ragu 
Yang dapat ku ilham seindahmu 
Nyata awak satu dalam berjuta 
Wahai awak yang istimewa 

Walau ku kembara sedunia 
Walau ketemu ramai wanita 
Nyata awak tiada tandingannya 
Seikhlas hati saya menyinta 
Awak istimewa, 
Teristimewa 

Tiada mimpi atau fantasi 
Tiada rasa lebih bahagia
Semekar murni hatimu awak
Siang dan malam, aku terbayang 
Awak yang  istimewa


I wish 'you' here

Bismillahirrahmanirrahim,

So, so you think you can tell
Heaven from Hell,
Blue skies from pain.
Can you tell a green field
From a cold steel rail?
A smile from a veil?
Do you think you can tell?

Did they get you to trade
Your heroes for ghosts?
Hot ashes for trees?
Hot air for a cool breeze?
Cold comfort for change?
And did you exchange
A walk on part in the war
For a lead role in a cage?

How I wish, how I wish you were here.
We're just two lost souls
Swimming in a fish bowl,
Year after year,
Running over the same old ground.
What have we found
The same old fears.
Wish you were here.

Yes, i wish 'you' were here

Saturday, 13 September 2014

Nasihat

Bismillahirrahmanirrahim,

Saya pernah melalui suatu saat hitam yang mungkin saya sendiri tak terjangkakan,
Namun,
Saya sedar yang saya sebenarnya teruk apabila saya mulai mengenal kebaikan,
Saya bukanlah seorang yang bersekolaj agama,
Bukan juga seorang huffaz yang bibirnya seringkali menyebut ayat ayat Quran afar dapat melaziminya

Saya hanya mengenal kebaikan,
Apabila saya menerima sebuah nasihah dari sahabat sekeliling saya,
Tidak pernah saya terfikr untuk menjadi baik suatu masa dahulu

Benarlah,
Hidayah itu milik Allah,
Tiada siapa yang mampu menghalang atau merebutnya,
Tetapi kita mampu berusaha

Berusahalah selagi mampu sehingga ajal menjemputmu

sungai pisang

Bismillahirrahmanirrahim,

At last, after a long time have not been to river, now my friend and i managed to get some time to have fun at the river. We went to sungai pisang located at Gombak, Selangor.









The go for the river, you need to travel through the tunnel, across the river and through the jungle. After about 1 km journey, you will found yourself being at such a nice and beutiful waterfall like her.

The waterfall was suitable for those who like to do wall climbing. The place were cold as on mount Kinabalu during dawn. The wind blown very fast like you are at an open space.

Usually, the malays give the name of a place because the thing was common there. As such, Ipoh were named after a tree called ipuh. However, at sungai pisang, you can say no banana trees were there.

After, we enjoyed ourselves at sungai pisang, we went back to UPM. I was thinking that if i found such a nice place in a jungle but no one had been there, i will name it after my friend and ......., Nasihah. Hahaha

Okgo

Saturday, 6 September 2014

Untuk Awak

Bismillahirrahmanirrahim,

Awak,
Hari ni badan saya masih sakit lagi,
Tekak masih perit,
Batuk tidak hilang,
Panas belum reda
Ingin ke klinik tapi perlu kerja,
Supaya dapat mencari sedikit wang untuk simpanan.

Awak,
Saya ingin awak tahu,
Setiap masa saya merasa rindu,
Hati tidak tenteram merisaukan kamu,
Tidak mendengar perkhabaran membuatkan ku rasa pilu.

Awak,
Namun saya percaya awak sentiasa ada,
Ku simpan segala memori sebagai kenangan,
Ku buang segala sangkaan dan diisi dengan kepercayaan,
Ku tangisi dalam doaku sambil menyebut namamu,
Ku rasai angin kencang untuk menyimpan rasa rindu.

Awak,
Semoga bingkisan ini menjadi bukti,
Dapat awak baca ketika saya tiada,
Namun saya akan manfaatkan segala kudrat yang ada, untuk mencapai cita,
Mungkin awak bisa untuk terbang dengan insan lain,
Sungguh, awak masih tetap dihati saya,
Akan ku kenang sehingga ke akhirnya...


Sunday, 31 August 2014

Hari Ini Dalam Sejarah

Bismillahirrahmanirrahim

Ibrah Merdeka

Hari ini dalam sejarah,
Tanah Melayu telah diistihar merdeka,
Setelah beratus tahun dijajah,
Setelah beratus peristiwa,
Setelah beratus perjuangan,
Untuk membebaskan negara,
Dari cengkaman penjajah yang menjerut,
Membela anak bangsa,
Agar dapat hidup aman di negara sendiri,
Mempertahankan agama,
Yang mudah sahaja dirobek


Hari ini,
Sejarah itu telah kurang dihayati,
Manusia sibuk dengan hal sendiri,
Teriakan merdeka saat detik 12,
Menjadi laungan yang kosong,
Kita sedang membina masa depan yang menghancurkam,
Kesedaran kurang di sana sini,
Anak bangsa ketandusan,
Kapitalis bangsat mencengkam,
Pengamak rasuah berleluasa 
Kehancuran berlaku di sini sana

Hari ini,
Kita mengambil langkah untuk mengubah,
Membina minda yang berintelektual,
Melahirkan warisan yang bersemangat seorang pendekar, 
Hingga akhirnya,
Merdeka itu dapat digapai makna sebenarnya


Wednesday, 27 August 2014

Angin Kencang

Bismillahirrahmanirrahim,

Catatan untuk semua kenalan saya, terutamanya untuk dia....


Dalam silauan cahya
Membatas pandangan mata
Namun jelas ku lihat kamu
Biarpun ku sedar kau kian jauh
Tinggalkan aku yang rapuh

Angin kencang membawa kau
Jauh ke sana kau hilang terus tanpa khabar
Tidur malam ku mimpi indah ingat kamu
Ku rindui kamu

Apa yang ku fikirkan
Inilah penyiksaan
Biarpun beribu tahun
Dan namun kau sentiasa dihatiku
Menuai senyuman mu

Angin kencang membawa kau
Jauh ke sana kau hilang terus tanpa khabar
Tidur malam ku mimpi indah ingat kamu
Ku merindui kamu

Angin kencang membawa kau
Jauh ke sana kau hilang terus tanpa khabar
Tidur malam ku mimpi indah ingat kamu

Angin kencang membawa kau
Jauh ke sana kau hilang terus tanpa khabar
Tidur malam ku mimpi indah ingat kamu
Ku merindui kamu....



Jika kamu merindui seseorang, maka ucapkanlah namanya dalam doa kamu... 


Sunday, 24 August 2014

Keroncong Hujan

Bismillahirrahmanirrahim,

Mega mendung di angkasa
Hembusan bayu dingin terasa
gerimis berderai di merata
bagai mutiara

Rahmat dibawa bersama
Limpahannya meresap dijiwa
adakala bahgia terasa
meskipun duka nestapa

Tika hujan turun
sayup mendayu lagu keroncong
merdu irama dialun
bersenandung

Hujan membasahi bumi
melahirkan keluhuran budi
mengeratkan perpaduan suci
kasih sayang abadi


lalu hujan pun turun dengan lebatnya... alhamdulillah

Sunday, 10 August 2014

Kembara Marhaen ke Johor

Bismillahirrahmanirrahim,

It is He who made the earth tame for you - so walk among its slopes and eat of His provision - and to Him is the resurrection. (67:15)

Pada 7 hingga 9 haribulan 8 yang lepas, saya serta 4 orang kawan UPM telah mengembara ke negeri Johor walaupun sebenarnya kampung pun di sana. Tujuan kembara ini adalah untuk menghadiri jemputan perkahwinan dan menziarahi kawan di samping mencari peluang-peluang yang ada untuk diceburi.
ayuh!

Di rumah Amar Saadin.Terima kasih Amar

Di kampung saya. Paling kiri sekali adalah Nenek saya. Terima kasih nenek.

Barakallah Khairul Hafiz dan pasangan.

Rambai


Gunung Lambak

Rambu rambai

Eh?

Asam dan garam

Antara perkara yang menjadi perbincangan kami adalah pada gambar terakhir. Asam dan garam boleh digabungkan dalam masakan. Cuma perbincangan kami adalah pada ayat - Asam garam kehidupan. Banyak benda boleh dibincangkan seperti hal kerja, pelajaran, susah dan senang, kehilangan sesuatu dan macam-macam lagi.... 

Ya Allah, berkatilah perjalanan kami. Semoga pertemuan yang berlaku sepanjang perjalanan kami ini akan membuahkan hasil yang berkembang dan mampu memberi manfaat kepada kami dan masyarakat di sekeliling kami.

okgo

Sunday, 20 July 2014

IRIS

IRIS 1435H

Kuliah Subuh Ust Tajul Arifin Che Zakaria di Masjid Wilayah 22 Ramadan 1435
Selawat ke atas Junjungan Nabi saw.
Pertama2 kita bersyukur kpd Allah yg masih memberi kesempatan melalui ramadan. Nikmat yg tidak terhingga banyaknya selain nikmat makan dan minum, yakni nikmat Islam. "Jika sekiranya kamu menghitung nikmat Allah nescaya kamu tidak berupaya menghitungnya"
Seorang yg Allah kurnia umur yg panjang, zaman dulu cthnya Nabi Nuh berdakwah saja 950 tahun.
Tersebutlah kisah seorang abid yang beribadah kpd Allah selama 500 thn siang dan malam. Bila meninggal dunia, malaikat bertanya kamu ni nak masuk syurga dgn rahmat Allah atau dgn ibadat kamu. Lalu dia menjawab saya nak masuk syurga dgn ibadat aku. Lalu ditimbang amal ibadat dgn hanya sebelah mata..(mata diletak pada daun dacing, sementara sebelah lagi diletakkan amalnya) lalu timbangan sebelah mata itu lebih berat dari amal ibadatnya yg 500 tahun itu.
Itu baru sebelah mata, bagaimana dgn nikmat akal dan lain-lain yg diberi Allah?
Maka wajar, malah wajiblah kita mengucap syukur kpd Allah. Alhamdulillah...Dalam solat kita membaca surah al-fatihah..Alhamdulillah hirabbil'alamin..biar ianya masuk dalam hati..perbanyakkan bersyukur pada Allah.
Aisyah r.a melihat Rasululllah amat bersungguh dalam amal ibadat terutama pada 10 malam terakhir, dikatakan sehingga bengkak kaki, lamanya Nabi s.a.w rukuk dan sujud pada Allah. Ya Rasulullah, kenapa bersusah2 sedangkan kamu telah diampunkan Allah?Nabi s.a.w ni maksum, tapi Nabi beribadat sampai bengkak kaki. Lalu Nabi menjawab, tidakkah layak aku ini bersyukur pada Allah.
Dlm ruang masa yg singkat ini, marilah kita bersyukur dgn syukur yg sebenarnya. Di sana ada nikmat yg jauh lebih besar dari nikmat yg diperolehi oleh jasad yakni nikmat islam dan iman.
"Wahai manusia sembahlah Tuhan kamu, yang mencipta kamu dan org sebelum kamu mudah2an kamu bertaqwa""
Bagaimana kamu boleh kufur pada Allah sedang Allah menjadikan kamu, mematikan kamu dan menghidupkan semula kamu..."
Kita sebenarnya tiada apa2. Allah menghidupkan kita. Kemudian Allah memilih pula kita untuk beriman.
Di dalam firmanNya yg lain, Allah menyatakan bhw penciptaan manusia terdiri dari lelaki dan perempuan, berpuak-puak dan berbangsa-bangsa utk saling kenal mengenal. Namun org yang paling mulia adalah yang paling bertaqwa kpd Allah.
Ketika mana Allah menurunkan ayat berkaitan puasa.."Wahai org2 beriman, diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertaqwa"
Akhir surah Al-Haj:"Wahai org yg beriman, rukuk dan sujudlah kamu, sembahlah tuhan kamu serta berbuat baiklah kamu, mudah-mudahan kamu berjaya"..
Dlm ayat ini Allah minta dgn jelas rukuk dan sujud. sembah dan lakukanlah kebaikan...Sama sepertimana Rasulullah s.a.w. berpesan kpd Muaz bin Jabal...."Wahai Muaz, bertaqwalah kamu kpd Allah di mana saja kamu berada, ikutilah sesuatu yg tidak baik dgn yang baik, nescaya yg baik akan menghapuskan yg tidak baik, bergaullah bersama manusia dgn baik" ...
Taqwa bukan saja di masjid, Allah sentiasa menilik kita. Jadilah kita seorang yg soleh dan musleh.
Imam Al-Banna berpesan, apabila kamu bertemu seorang mukmin yg sebenar, nescaya kamu dapati padanya syarat2 kejayaan.
Kita kena ukur natijah ibadat. Kita kena cari kemuliaan dan ketinggian dalam ibadat.
Allah memilih Jumaat yg terbaik dlm seminggu, Ramadhan terbaik dari 12 bulan, Lailatu Qadr terbaik dalam bulan Ramadan.
Kita terpilih untuk berada dlm bulan Ramadhan. Allah bagi panduan agar kita istiqamah dengan maksud ayat:
"Hendaklah kamu berjihad di jalan Allah dgn sebenar2 jihad".
30 hari madrasah Ramadan bertujuan melahirkan taqwa dalam diri kita. Ikhwah di Gaza berjihad secara perang, di Malaysia jihadnya bukan perang tapi dialog, dialog dan dialog...Peristiwa 13 Mei 1969 dah lepas usah disebut. Itu pun bukan perang.
Kita kena lihat jihad dlm konteks yg lebih luas. Seerah mengajar kita mulakan dengan dakwah ikut tertibnya, bukan perang dulu.
Kisah Musa as dan Harun as...."Pergilah kamu wahai Musa dan Harun kepada Fir'aun seorang taghut dan ucapkanlah dengan kalimah yang lembut moga2 dia ingat atau takut".
Siapa Fir'aun? yang melampaui batas yg menggelar dirinya tuhan.
Hubungan kita dgn non muslim di Malaysia adalah hubungan dakwah bukan perang.
Allah berfirman:"Demi sesungguhnya kami telah bangkitkan bagi setiap umat seorang rasul untuk mengajak kepada pengabdian diri kpd Allah dan menjauhi taghut"...
Sambungan ayat Surah al-Hajj:...agar Rasul menjadi saksi ke atas kamu. Dan kamu pula menjadi saksi utk umat2 yg lain"...agar kita tidak menganggur dalam agama.
Tugas kita adalah dakwah. "Siapakah yang lebih baik drp mereka yg menyeru manusia kepada kebaikan, beramal dan berkata saya adalah orang2 Islam".
Nyatakan dgn izzah, kemuliaan kita lagi tinggi.Selepas pembebasan Palestin, pembukaan kota Baitul Maqdis, Saidina Omar r.a berpidato:
"Kita adalah suatu kaum yg Allah muliakan dgn Islam, kalau kita mencari kemuliaan selain Islam, Allah akan menghina kita"
Bukan sebab bangsa kita jadi mulia. Biar Islam di atas bangsa selepasnya. Tertib dakwah perlu betul dakwah dulu bukan dimulai dgn perang. Perang yg terakhir selepas pelbagai approach dilakukan...
Kata2 Siddiq Fadzil " Melayu kalau tidak kerana Islam, Melayu adalah parya".
Akhir ayat Allah sebut dgn jelas..."Maka hendaklah kamu mendirikan solat, menunaikan zakat, Allah lah tuhan kamu dan dialah sebaik2 tuan dan sebaik2 penolong".
Sama2lah kita semak iman kita seperti yang digariskan dalam usul ketiga dari usul Isyrin.
Ya Allah ya Tuhan kami jadikan kami orang yang menikmati iman.
Moga pecutan akhir Ramadhan, kita mendapat ketaqwaan. Doa banyak2, sumbang banyak2 utk saudara kita di Gaza agar mereka mencapai kemenangan...

Friday, 18 July 2014

al Qadr


Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) ini pada Malam Lailatul-Qadar,

Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui apa dia kebesaran Malam Lailatul-Qadar itu?

Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui apa dia kebesaran Malam Lailatul-Qadar itu?

Pada Malam itu, turun malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun yang berikut);

Sejahteralah Malam (yang berkat) itu hingga terbit fajar!

(al qadr: 1-5)

semoga kita dapat mendalami tafsir dari surah ini dan dapat menghidupkan malam 10 terakhir Ramadhan dengan baiknya yang mana kita dapat menambahbaik segala amalan kita dari hari-hari sebelumnya dan lebih baik lagi pada masa akan datang.. insha Allah

okgo

Monday, 7 July 2014

A new beginning

Bismillahirrahmanirrahim,



Been there, done that,
Learn new things
Improving myself
Meets and getting new friends
Produce new ideas
Playing together
Eating together
Walk together
Make Teamwork
Being Steadfastness
Friendship
Love 
Communications
Do Marketing
Rearing Chicken
Learn Processing
Meets customers
Become a new person

Like what i had said, it is not the end, 
It is the begninning of a new success,
Its just the end of a program but a jumpstone of your life,
Be great, be grateful and sincere,
Keep calm and remain with your intentions

Ill pray for your success
Until we meet again


Tuesday, 10 June 2014

Hakikat Bahagia

Bismillahirrahmanirrahim,

Bahagia itu dari dalam diri
Kesannya zahir rupanya maknawi
Terpendam bagai permata di dasar hati

Bahagia itu ada pada hati
Bertakhta di kerajaan diri
Terbenam bagai mutiara di lautan nurani

Bahagia itu ada di jiwa
Mahkota di singgahsana rasa
Bahagia itu adalah suatu ketenangan

Bila susah tiada gelisah
Bila miskin syukur pada Tuhan
Bila sakit tiada resah di jiwa
Bukankah Tuhan telah berfirman
Ketahuilah dengan mengingati Allah
Jiwa kan menjadi tenang

Kebahagiaan itu suatu kesyukuran
Bila kaya jadi insan pemurah
Bila berkuasa amanah
Bila berjaya tidak alpa
Bila sihat tidak lupakan Tuhan

Hakikatnya bahagia itu
Adalah ketenangan
Bila hati mengingati Tuhan

Semua insan kan mengerti
Maksud terseni Ilahi
Itulah zikir yang hakiki

Monday, 9 June 2014

Musibah atau Rahmat?

Kisah ini adalah sebuah sejarah kecil pada era Abbasiyah akhir, di mana negeri-negeri Islam tersekat oleh pelbagai kesultanan yang berkuasa sendiri-sendiri. Ini adalah kisah tentang seorang ayah dan anak. Sang ayah adalah seorang bekas hamba (budak). Sepanjang menjadi hamba, cuti pada petang Jumaat sebagaimana yang ditetapkan oleh kesultanan, dimanfaatkan sepenuhnya dengan berhabis-habisan bekerja. Dengan dirham demi dirham yang terkumpul, pada suatu hari dia meminta izin untuk menebus dirinya pada sang majikan.

 

“Tuan,”ujarnya. “Apakah dengan membayar harga senilai dengan harga engkau membeliku dulu, aku kan bebas?”

“Hmm…Ya. Boleh.”

“Baik, ini dia,”katanya sambil meletakkan bungkusan wang itu di hadapan tuannya. “Allah telah membeliku dari tuan. Dia membebaskanku. Alhamdulillah.”

“Maka engkau bebas kerana Allah,”ujar sang tuan tertakjub. Sang tuan bangun dari duduknya dan memeluk sang budak. Dia hanya mengambil separuh harga yang tadi disebutkan. Separuh lagi diserahkannya kembali. “Gunakanlah ini,”katanya berpesan, “Untuk memulai kehidupan barumu sebagai orang yang merdeka. Aku berbahagia menjadi sebagian tangan Allah yang membebaskanmu!”

 

Dengan penuh rasa syukur dan terharu, dan juga sedikit khuatir, dia berkata. “Aku tidak tahu wahai tuanku yang baik,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca, “Apakah kebebasan ini rahmat atau musibah. Aku hanya berbaik sangka kepada Allah.

*******

Tahun demi tahun berlalu. Sang hamba telah menikah. Tetapi isterinya meninggal dunia ketika menyelesaikan tugas sebagai ibu, menyempurnakan susuan sang putera hingga usia dua tahun. Maka dia membesarkan puteranya dengan penuh kasih sayang. Dididiknya anak lelaki itu, untuk memahami agama dan menjalankan sunnah Nabi, juga untuk bersikap berani dan berjiwa merdeka.

 

“Anakku,” katanya di suatu pagi, “Ayahmu ini dulu seorang hamba. Ayahmu ini separuh manusia di mata agama dan sesama manusia. Tapi selalu ku jaga kehormatan dan kesucianku, maka Allah memuliakanku dengan membebaskanku. Dan jadilah kita orang merdeka. Ketahuilah anakku, orang bebas yang paling merdeka adalah orang yang mampu memilih caranya untuk mati dan menghadap Ilahi.”

 

“Ketahuilah,” lanjutnya, “Seorang yang syahid di jalan Allah itu hakikatnya tak pernah mati. Saat terbunuh, dia akan disambut oleh tujuh puluh bidadari. Ruhnya menanti kiamat dengan terbang ke sana ke mari dalam tubuh burung hijau di taman syurga, dan diizin baginya memberi syafaat bagi keluarganya. Mari kita merebut kehormatan itu, nak, dengan berjihad lalu syahid di jalan-Nya!”

Sang anak mengangguk-angguk.

 

Sang ayah mengeluarkan sebuah kantung berisi emas. Dinar-dinar di dalamnya bergemerincing. “Mari mempersiapkan diri,” bisiknya. “Mari kita beli yang terbaik dengan harta ini untuk dipersembahkan dalam jihad di jalan-Nya. Mari kita belanjakan wang ini untuk menghantar kita pada syahid dengan sebaik-baik tunggangan.”

 

Pada hari siang, mereka pulang dari pasar dengan menuntun seekor kuda perang berwarna hitam. Kuda itu gagah. Surainya mekar menjumbai. Tampangnya mengagumkan. Matanya berkilat. Giginya rapi dan tajam. Kakinya tegap. Ringkiknya pasti membuat kuda musuh tak diam.

 

Semua tetangga datang mengagumi kuda itu. Mereka menyentuhnya, mengelus surainya. “Kuda yang hebat!”kata mereka. “Kami belum pernah melihat kuda seindah ini. Luar biasa! Mantap sekali! Berapa yang kalian habiskan untuk membeli kuda ini?”

Anak beranak itu tersenyum simpul. Yah, itu simpan yang dikumpulkan seumur hidup.

 

Pada tetangga ternganga mendengar jumlahnya. “Wah!,” seru mereka, “Kalian masih waras atau sudah gila? Wang sebanyak itu dihabiskan untuk membeli kuda? Padahal rumah kalian senget nyaris roboh. Untuk makan esok pun belum tentu ada!” Kekaguman di awal tadi berubah menjadi cemuhan. “Pandir!” kata salah satu. “Tak tahu diri!”ujar yang lain.

Kami tidak tahu, ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik kepada Allah,”ujar mereka.

 

Para tetangga pulang. Sang ayah dan anak itu pun menjaga kuda mereka dengan penuh kasih sayang. Makanan si kuda dijamin yang terbaik; rumput segar, jerami kering, biji-bijian, dedak, air segar, malah bahkan ditambah madu. Si kuda dilatih keras, tapi tak dibiarkan lelah tanpa mendapat hadiah. Kini mereka tak hanya berdua, tetapi bertiga. Bersama-sama menanti panggilan Allah ke medan jihad untuk menjemput takdir terindah.

 

Sepekan berlalu. Pada hening pagi, ketika sang ayah mejemguk ke kandang, dia tak melihat apa pun. Kosong. Palang pintunya patah. Beberapa jeruji kayu terpatah teruk.

Kuda itu hilang!

 

Berduyun-duyun para tetangga datang untuk mengucapkan belas kasihan. Mereka bersimpati pada cita-cita tinggi kedua anak beranak itu. Tetapi mereka juga menganggap keduanya tersilap dan malang. “Ah, sayang sekali!” kata mereka, “Padahal itu kuda terindah yang pernah kami lihat. Kalian memang tidak beruntung. Kuda itu hanya hadir seketika untuk memuaskan cita-cita kalian, lalu Allah membebaskannya dan mengandaskan cita-cita kalian!”

Sang ayah tersenyum sambil mengusap kepala anaknya. “Kami tidak tahu, ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik kepada Allah,”ujar mereka serentak.

 

Mereka pasrah. Mereka mencuba untuk menghitung-hitung wang dan mengira-ngira, jika mampu membeli kuda lagi. Sang ayah menatap mata puteranya, “Nak, dengan adanya kuda ataupun tidak, andai panggilan jihad Allah datang, kita harus menyambutnya.”Si anak mengangguk-angguk. Mereka kembali bekerja dengan tekun seakan-akan tidak terjadi apa-apapun.

 

Tiga hari kemudian, menjelang subuh, kandang kuda mereka riuh. Suara ringkikan bersahut-sahutan. Terkejut dan terjaga, ayah dan anak itu berlari-lari ke kandang. Di kandang itu, mereka melihat seekor kuda hitam yang gagah dan indah. Tak salah lagi, itulah kuda mereka yang pergi tanpa khabar tiga hari yang lalu!

 

Akan tetapi, kuda itu bukan bersendirian. Ada belasan kuda lain bersamanya. Kuda-kuda liar! Itu pasti kawan-kawannya. Mereka datang dari kawasan luas untuk bergabung di kandang kuda hitam itu. Mungkinkah kuda punya akal? Mungkinkah si kuda hitam yang merasakan layanan terbaik di kandang bekas seorang hamba mengajak kawan-kawannya bergabung? Atau tahukah mereka bahawa kehadiran ke kandangitu bererti bersiap-siaga bertaruh nyawa untuk kemuliaan agama Allah, kelak jika panggilan jihad memanggil? Atau memang itu kah yang mereka inginkan?

 

“Bertasbih kepada Allah segala yang di langit dan di bumi. Dan Allah  Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.” (Surah as-Saff 61:1)

 

Ketika hari semakin terang, para tetangga datang dengan rasa takjub. “Luar biasa!”kata mereka. “Kuda itu pergi memanggil kawan-kawannya dan kini kembali membawa kawan-kawannya menggabungkan diri!” Mereka mengucapkan selamat kepada pemiliknya. “Wah, kalian sekarang kaya raya! Orang terkaya di kampung ini!” Tapi si pemilik kembali hanya tersenyum. “Kami tidak tahu, ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik kepada Allah.”

 

Hari keesokkannya, sang anak mencuba menaiki salah seekor kuda liar itu. Dia gembira memacu kuda ke segala penjuru. Seketika, kuda liar itu terkejut kerana bertembung dengan seekor lembu yang terlepas dari kandang di persimpangan jalan. Kuda itu meronta kuat, dan sang anak terpelanting. Kaki sang anak patah, dan dia merintih kesakitan.

 

Para tetangga datang menjenguk. Mereka menatap sang anak itu dengan pandangan penuh hiba. “Kami turut prihatin,”kata mereka. “Ternyata kuda itu tidak membawa tuah. Mereka datang membawa musibah. Alangkah lebih baiknya jika tidak memiliki kuda, jika anak sihat sentiasa!”

Sang ayah tersenyum lagi. “Kami tidak tahu, ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik kepada Allah.”

 

Hari berikutnya, hulubalang raja mengelilingi negeri. Raja mengumumkan pengerahan psukan untuk menghadapi tentera musuh yang menyerang perbatasan. Semua pemuda yang sihat tubuh badan jasmani dan rohani, wajib bergabung untuk mempertahankan negeri. Sayang sekali, perang ini sukar dikatakan sebagai jihad di jalan Allah kerana musuh yang akan dihadapi adalah sesama Muslim. Mereka hanya berbeza kesultanan.

 

“Nak,” bisik sang ayah ke telinga anaknya yang sedang berbaring lemah, “Semoga Allah menjaga kita dari menumpahkan darah sesama Muslim. Allah Maha Tahu, kita ingin berjihad di jalan-Nya. Kita sama sekali tidak mahu beradu senjata dengan orang-orang beriman. Semoga Allah membebaskan diri kita dari beban itu!” Mereka berpelukan.

 

Para hulubalang datang mengunjungi setiap rumah dan membawa para pemuda yang memenuhi syarat. Ketika memasuki rumah sang ayah dan anak yang memiliki kuda, mereka mendapati sang anak terbaring di tempat tidur dengan kaki berbalut, dibalut dengan kayu dan kain.

 

“Mengapa dengan pemuda ini?’

“Tuan hulubalang,”ujar sang ayah, “Anak saya ini begitu mahu membela negeri dan dia telah berlatih untuk itu. Tetapi beberapa hari yang lepas, dia terjatuh dari kuda ketika sedang cuba menjinakkan kuda liar kami. Kakinya patah.”

“Ah, sayang sekali!” kata sang hulubalang. “Aku lihat dia begitu gagah. Dia pasti akan menjadi seorang perajurit yang hebat. Tapi baiklah. Dia tidak memenuhi syarat. Maafkan aku, aku tidak boleh membenarkannya turut serta!”

 

Dan pada hari itu, para tetangga yang ditinggal pergi oleh putera-putera mereka yang terpilih menjadi perajurit, datang menemui pemilik kuda. “Ah, nasib!”kata mereka. “Kami kehilangan anak-anak lelaki kami, tumpuan harapan keluarga. Kami terpaksa melepaskan mereka tanpa tahu apakah mereka akan kembali taua tidak. Sementara anakmu masih di rumah kerena kakinya patah. Beruntunglah kalian! Allah menyayangi kalian!”

Tuan rumah ikut hiba melihat kesediahan di wajah-wajah itu. Kali ini sang ayah dan anak itu tidak tersenyum. Tapi ucapan mereka kembali bergema, “Kami tidak tahu, ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik kepada Allah.”

 

Sebulan kemudian, kota itu dipenuhi ratapan para ibu dan tangisan para isteri. Sementara para lelaki hanya termenung dan termangu. Beritanya sudah jelas. Semua pemuda yang berangkat ke perang tewas di medan tempur. Tapi agaknya para penduduk telah banyak belajar dari anak beranak pemilik kuda. Seluruh penduduk kota kini mengucapkan kalimah indah itu. “Kami tidak tahu, ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik kepada Allah.”

 

Disingkatkan cerita, tidak berapa lama kemudian panggilan jihad yang sebenar bergema. Pasukan Mongol pimpinan Hulagu Khan menyerbu wilayah Islamn dan membumi-hanguskannya sehingga rata dengan tanah. Orang-orang Mongol maju menyerang seperti banjir bah, menghancurkan peradaban. Sang ayah dan anak itu memenuhi janji mereka. Mereka bergegas menyambut panggilan jihad dangan kalimah indah mereka, “Kami tidak tahu, ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik kepada Allah.”

 

Kedua-duanya menemui syahid. Namun sebelum itu, ada nikmat yang Allah kurniakan kepada mereka untuk dirasai di dunia. Sang anak telah ditangkap oleh pasukan Mongol dan dijual sebagai hamba. Dia berpindah-pindah tangan pemilik sehingga jatuh ke tangan Al-Kamil, seorang Sultan Ayubbiyah di Cairo. Ketika pemerintahan Mamluk  menggantikan wangsa Ayyubiyah di mesir, kariernya melonjak cepat dari seorang komando kecil kepada panglima pasukan dan kemudian, Amir wilayah. Setelah wafatnya, Az-Zahir Ruknuddin Baibars, sang anak diangkat menjadi Sultan. Namanya, Al-Manshur Saifuddin Qalawun.

 

Inilah sekelumit kisah tentangnya. Qalawun yang berani, berprasangka baik dalam segala hal. “Kami tidak tahu, ini rahmat atau musibah. Tapi kami berprasangka baik kepada Allah.” Seperti kisahnya, dalam ukhuwah, ada berjuta-juta kebaikan mengiringi prasangka baik kita kepada Allah. Allah sentiasa bersama kita dan melimpahkan kebaikan, kerana kita mengingati-Nya juga dengan sangkaan kebaikan.

 

 

Sedutan bahagian dari buku

“Dalam Dekapan Ukhuwah” tulisan Salim A. Fillah

 

Tuesday, 27 May 2014

Iman, ukhuwwah dan bermanfaat kepada manusia

Bismillahirrahmanirrahim,

Sebuah coretan berkenaan explorace yang diadakan pada sabtu lepas bersempena hari belia negara.

Iman menjuruskan sebuah kefahaman menjadi sebuah amali atau praktikal (perbuatan, percakapan, pendengaran dan lain-lain). Iman dibentuk dari kefahaman kepada fitrah manusia iitu sendiri iaitu Islam. Kefahaman dibina dari pengetahuan. Pengetahuan pula diperolehi dari pembelajaran dan pengajaran.


Iman memandu manusia untuk melakukan kebaikan. Ia menentukan samada pisau digunakan untuk memotong sayur ataupun melakukan kejahatan. Ia membezakan samada suatu perkara itu baik atau buruk. Iman boleh bertambah dan menurun. Ingatlah, iman mampu diperkukuhkan seandainya ia dibina dengan satu asas yang kukuh dan jelas iaitu beriman ke pada Allah SWT. Dan untuk memperkukuhkan lagi, iman itu menjurus kepada suatu bentuk perhubungan iaitu ukhuwwah ataupun hubungan silaturrahim sesama manusia. 


Ukhuwwah asa kekuatan. Manusia adalah makhluk yang bersosial. Tidak mampu untuk hidup bersendirian. Sentiasa memerlukan teman dalam hampir setiap masa. Apatah lagi dalam perjuangan. Masakan Nabi Adam turut merasakan kesunyian saat berada di dalam syurga yang serba lengkap.

Ukhuwwah yang terbentuk menerbitkan kasih sayang yang amat mendalam. Lebih dalam dari parit mariam di lautan pasifik. Ia membentuk kekuatan antara satu sama lain. Hubungan itu tidak akan pernah terpisah. Ia tidak hilang dengan berada di tempat yang berbeza. Wujud hatta berbeza umur. Tetap ada walaupun berlainan bangsa. Ukhuwwah yang didasari dengan iman adalah lebih kukuh dari pokok yang akarnya menjalar ke dasar bumi. Hubungan yang kuat dan saling menguatkan. Tatkala lemah, iman itu akan bangkit dengan perasaan cinta yang mendalam kepada saudaranya. Lalu, ketika ukhuwwah itu mulai berteras dan begitu kukuh, maka, terbitlah suatu perkara lain, iaitu mendatangkan manfaat kepada manusia.


Melakukan kebaikan itu mudah. Ruang melakukan kebaikan tidak akan pernah mengecil dan tertutup. Kecilnya ruang melakukan kebaikan itu bukanlah kerana ia tidak hadir tetapi kita yang melarikan diri dari melakukan kebaikan. Islam mengajar kita untuk tidak hidup sekadar untuk beramal ibadat. Hati-hati manusia itu perlu dibangkitkan imannya. Manusia yang telah bangkitkan imannya, yang telah berukhuwwah wajiblah untuk mendatangkan manfaatnya kepada manusia sejagat. Mana mungkin hidup itu akan lebih aman, bumi akan menjadi lebih jika orang yang baik tidak melakukan kerjanya.

Perbaikilah dirimu, pergilah bersama-sama dengan mereka yang menginginkan kebaikan dan bermanfaatlah kepada manusia. Peringatan bersama dalam meniti umur yang semakin singkat.



Okgo, wassalam...



Monday, 26 May 2014

Bertilawahlah!

Bismillahirrahmanirrahim,

Ketika engkau bangun di pagi hari, bertilawahlah!
Ketika engkau terasa lelah, bertilawahlah!
Ketika engkau merasakan imanmu seakan lemah, bertilawahlah!
Ketika engkau merasakan amalmu tiada kesan, bertilawahlah!
Ketika engkau merasakan panjangnya jalan ini dan memenatkan, bertilawahlah!
Ketika engkau tiada idea dalam melakukan amal, bertilawahlah!
Ketika engkau mula rasa malas untuk bekerja, bertilawahkah!
Di saat engkau mulai rasa tidak keruan sehari-harian, bertilawahlah!
Tatkala engkau rasa kesunyian, bertilawahlah!
Pabila sangkaan-sangkaan buruk mula membenak dalam diri, bertilawahlah!

Ayuh perbaiki diri,
Tingkatkan amalan,
Kenalpasti segala yang silap, 
Tambahkan kefahaman, 
Rajinkan berbincang,
Banyakkan pembacaan,
Mulailah dengan tilawah..

Okgo, wassalam


Monday, 19 May 2014

Selamat Hari Lahir Ayah

Bismillahirrahmanirrahim,

Selamat hari lahir Ayah,
semoga dimurahkan rezeki,
dikurniakan kesihatan yang baik,
dipermudahkan segala urusan,
diberikan kekuatan untuk meneruskan usaha dan perjuangan,
diberi kebahagiaan hidup dunia dan akhirat,
diampunkan segala dosa-dosa yang telah lalu,
dibuka pintu hati untuk terus beramal soleh,
dilembutkan hati untuk menerima perangai anak-anaknya yang nakal dan degil,
dipermudahkan urusan untuk melaksanakan Haji,
diberi kesejahteraan hidup bersama keluarga dan masyarakat,
semoga Ayah dapat menerima segala tanggungjawab yang saya tanggung,
moga Ayah dapat maafkan anak-anaknya yang hanya kadang-kadang balik ke rumah,
moga Ayah dapat menerima keputusan anak-anaknya untuk menjadi manusia yang bermanfaat kepada masyarakat di masa akan datang,

Semoga Ayah ditempatkan dikalangan hamba-hambaNya yang soleh dan beriman si syurga kelak

Amin

Sunday, 18 May 2014

Selamat Hari Guru

Bismillahirrahmanirrahim,

sempena hari guru yang lepas... benar, kita akan lebih menghargai tatkala ia berada jauh..

SAJAK “GURU O GURU” – USMAN AWANG (1979)

BERBURU ke padang datar
Dapat rusa belang kaki
Berguru kepala ajar
Ibarat bunga kembang tak jadi

Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum jadi dewasa.

Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetiaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.

Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa;

Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.
Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di Ibu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakili seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.

Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulangi ilmu
Panggilan keramat “cikgu” kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.

USMAN AWANG
1979


Wednesday, 14 May 2014

Berilmu Berbakti

Bismillahirrahmanirrahim, 

Ringkas dan signifikan. Itulah motto UPM. Walaupun ringkas tetapi ia mempunyai makna yang tersendiri. Lebih-lebih lagi, bila saya akan meninggalkan UPM tidak lama lagi.. 

Seorang pensyarah yang saya rapat pernah berpesan, orang yang bijaksana tidak berfikir mengenai dirinya sendiri. Tetapi, orang yang bijaksana sentiasa memikirkan perkara yang bakal berlaku akan datang dan bagaimana dirinya boleh bermanfaat kepada orang lain. Orang yang bijaksana tidak memisahkan dirinya dari berfikir bagaimana pembaikan boleh berlaku dalam masyarakat. Maka, pembaikan dirinya sentiasa berjalan di samping dia membaikkan masyarakat.

Saya pernah mendengar suatu ungkapan, jika kita mahu mencari sekelompok manusia yang baik, maka, carilah di universiti. Jika kita bergaul dengan masyarakat, maka kita akan mendengar bahawa masyarakat di luar sentiasa menantikan pelajar dan graduan universiti untuk datang kepada mereka membawa suatu perubahan ke arah kebaikan.

Satu kisah lagi dari seorang pensyarah ketika beliau sedang menyiapkan projek Ph.D beliau. Dia menceritakan bagaimana susahnya dia menyediakan bahan, membuat kajian dan membuat bacaan. Namun, pensyarah yang memantau beliau tidak berpuas hati dengan hasilnya. Soalan yang ditanya supervisor beliau ketika itu adalah, "di manakah bahagian kepada masyarakat?" Peluh besar..

Tidak dapat dinafikan, banyak isu yang telah timbul yang menyebabkan persepsi negatif masyarakat kepada para mahasiswa. Namun satu jari kepada orang lain, 4 jari ke arah diri sendiri. Kita ada masa yang singkat di dunia untuk berilmu dan berbakti. Tidak kira anda berada di mana jua, apa yang anda hendak dan bakal lakukan, maka ambillah dan gunakanlah ia untuk mengubah masyarakat ke arah yang lebih baik.. Sekadar pesanan untuk diri sendiri dan kita bersama.

Sekian, wassalam. Okgo